Dikotomi muslim dan non muslim sering muncul di setiap menghadapi PEMILU PILPRES maupun PEMILU KADA. Sebenarnya agama itu tidak ribet tapi manusianya yg bikin ribet. Islam memberi petunjuk tentang ukhuwah Islamiyah (hubungan seagama) dan ukhuwah Wathoniyah (hubungan berbangsa antar lintas agama).
Kedua beda penafsiran kata "awliya" dari Surat Al-Maidah : 51.. ada yg bersikukuh berarti pemimpin (terjemahan Depag RI), ada yg moderat menerjemahkan wali,pelindung,bersahabat,berteman, berserikat (seperti pendapat Al Thabary dan tafsir Ibnu Katsir). Keduanya tidak salah tapi perlu difahami sbg hal khilafiah (beda pendapat).
Pemimpin dalam arti menjalankan ibadah sering disebut Imam, seperti Imam sholat, Imam dzikir dll ini tentu dalam lingkup ukhuwah Islamiyah.
Pemimpin dalam arti menjalankan ibadah sering disebut Imam, seperti Imam sholat, Imam dzikir dll ini tentu dalam lingkup ukhuwah Islamiyah.
Pemimpin dlm arti kehidupan sehari-hari berhubungan dgn profesi seperti di perusahaan atau instansi pemerintah bisa diartikan sbg ukhuwah wathoniyah.
Apapun pilihan dan keputusan anda tetap sj agama jg kebawa sbg petunjuk hanya beda penafsiran.
Kalo anda muslim memilih pemimpin sbg Imam ya mesti muslim. Kalo memilih pemimpin karena profesionalnya ya terserah anda siapapun boleh.
Kalo anda muslim memilih pemimpin sbg Imam ya mesti muslim. Kalo memilih pemimpin karena profesionalnya ya terserah anda siapapun boleh.
Monggo yg penting tetap rukun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar